Program Anti “Virus”

0
54

Program Anti “Virus”

Buletin-al-Fikrah

(al-Fikrah No. 15 Tahun X/5 Jumadal Ula 1430H)

Masalah virus adalah masalah yang cukup serius, dan tentu sudah tidak asing lagi bagi para pemilik komputer. Apatah lagi jika telah tersambung dengan jaringan internet. Ada ribuan virus—bahkan lebih dari itu—siap menyerang, sehingga menyebabkan pemilik komputer mengurut dada. Bahkan terkadang sampai mengucurkan air mata jika serangan virus menyebabkan kerusakan yang cukup fatal.

Mulailah para pemilik komputer berburu anti virus yang paling ampuh. Namun seiring dengan perjalanan waktu, ternyata ada di antara virus yang sampai memakan anti virus, sehingga para pemilik komputer terkadang menghabiskan waktunya hanya untuk mencari anti virus baru, atau gonta-ganti anti virus, atau sekadar up-date anti virus. Yah, itulah resiko memiliki komputer. Entah kapan masalah virus ini akan hilang dari dunia perkomputeran. Wallahu A’lam.

Namun sebenarnya, ada jenis virus yang lebih membahayakan dari ribuan jenis virus yang menyerang komputer. Virus yang penulis maksudkan adalah virus situs-situs porno. Dampaknya bukan cuma menyerang komputer secara khusus, namun juga pemilik komputer. Bahkan akibatnya lebih dahsyat, bisa “mematikan” sang pemilik komputer.

Mematikan yang penulis maksud bukanlah kematian dalam artian berpisahnya ruh dari jasad, namun lebih dari itu. Virus ini langsung menyerang pusat kehidupan seseorang yaitu “hati”, sedahsyat apa pun virus yang menyerang tubuh atau jasad seseorang, ujungnya adalah kematian. Jika ia adalah orang yang shaleh, maka ia akan beristirahat dari kehidupan dunia yang penuh dengan keletihan dan kemaksiatan. Dan insya Allah akan mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Allah berupa kenikmatan yang tiada henti. Namun jika yang mati adalah hati, maka hal itu adalah alamat kesengsaraan abadi di dunia dan di akhirat.

Namun sangat disayangkan, sebagian manusia jika mulai terjangkit sebuah penyakit yang sifatnya lahiriah, ia bergegas melakukan terapi. Meski menghabiskan banyak dana. Bahkan terkadang ada yang melakukan safar ke beberapa negara dengan tujuan berobat karena sangat takut dengan penyakit yang menimpanya tersebut. Adapun kalau ia tertimpa penyakit hati yang sifatnya maknawi seperti kesyirikan, kebid’ahan, iri, dengki, hasad dan sebagainya (syubhat & syahwat) maka ia tenang-tenang saja dan tidak merasa perlu mencari obatnya, padahal jenis penyakit inilah yang lebih berbahaya.

Situs-situs porno yang semakin merebak dan subur ibarat jamur di musim hujan tentu sangatlah meresahkan kita semua. Jika ada seorang muslim yang tidak resah dengan realita yang memilukan ini, hendaklah ia mengintrospeksi keimanannya, karena ulama kita mengatakan bahwa jika Anda hendak mengetahui derajat dan kedudukan Anda di sisi Allah, maka lihatlah sejauh mana kecemburuan Anda terhadap agama ini, apakah hati Anda masih ada rasa berontak jika melihat sebuah kemungkaran atau tidak.

Berikut ini beberapa terapi atau tips untuk melindungi diri dari virus situs porno, semoga bermanfaat:

1. Jangan membuka surat atau tulisan yang tidak jelas asalnya karena kebanyakannya berisi muatan pornografi atau kiriman virus yang bisa mengancam komputer Anda, atau minimal hanya menghabiskan waktu dan harta.

2. Jauhilah semampu Anda untuk menggunakan fasilitas internet dalam keadaan bersendirian, karena dalam keadaan seperti itu, setan akan mendapatkan peluang emas dengan bisikan dan tipu dayanya yang menggiurkan atau membangkitkan gairah membuka situs-situs porno, atau dengan kata lain jika memang kita terpaksa untuk membuka internet maka usahakan dengan menghadirkan orang lain di sekitar kita. Namun sayangnya, kebanyakan warnet memang dimodifikasi dan dikondisikan untuk para pemakai bersendirian dalam menggunakannya. Alasannya, agar tidak saling mengganggu antara pemakai yang satu dengan yang lainnya. Kalau niat pengelola internet seperti ini, mungkin masih bisa ditolelir. Namun kenyataannya, hal ini memberi peluang yang sangat besar bagi para pemakai untuk bebas membuka situs yang dikehendakinya, sehingga dikuatirkan mereka terjatuh dalam “tolong-menolong dalam kebathilan”. Wallahul Musta’an.

  1. Jauhilah membuka internet dalam kondisi gairah syahwat Anda kuat.

4. Jangan menggunakan fasilitas pencari data seperti “Google” atau “Yahoo” atau selainnya untuk mencari data yang ada kaitannya dengan hubungan antara lawan jenis, walaupun dengan niat untuk mengambil manfaat, yang bisa menyebabkan seseorang menertawakan dirinya sendiri karena tertipu oleh kamuflase jiwa yang kelihatannya mengajak pada kebaikan namun ia terjatuh pada lembah kenistaan.

5. Jauhilah teman yang jelek karena terkadang merekalah yang menjadi sebab seseorang mendapatkan informasi seputar dunia internet atau memberi data situs-situs porno yang ada pada internet.

6. Letakkanlah komputer Anda di rumah pada tempat yang mudah dilihat semua orang, seperti di ruang kumpul keluarga atau di ruang makan. Jangan menutup pintu. Jadikanlah monitor komputer Anda berhadapan dengan pintu, atau dengan kata lain posisi Anda membelakangi pintu. Insya Allah hal itu akan menjauhkan pikiran Anda untuk membuka situs-situs porno karena rasa malu dari orang yang bisa saja masuk secara tiba-tiba.

7. Menghadirkan rasa takut dan merasa diawasi oleh Allah dan keyakinan akan pandangan Allah Yang Mahamengetahui segala sesuatu baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

8. Jadikanlah tulisan pembuka pada saat Anda membuka komputer berupa ayat-ayat al Qur’an atau hadits-hadits yang mengandung peringatan dan ancaman, tulislah dengan tulisan yang besar yang memenuhi layar komputer Anda, atau dengan kata-kata hikmah atau gambar sebuah kuburan dan sebagainya, gantilah pada setiap pekan atau tiap sepuluh hari.

9. Ketika gairah syahwat Anda meninggi segeralah berziarah ke kuburan dan jangan berziarah ke warnet karena hal itu akan mengingatkan Anda kepada hari akhirat, pemutus segala angan-angan dan cita-cita.

10. Jauhilah tempat-tempat yang bisa membangkitkan syahwat seperti pasar-pasar, mall-mall, tempat-tempat rekreasi umum dan yang sejenisnya. Boikotlah semua stasiun-stasiun televisi atau majalah dan surat-surat kabar yang berbau pornografi, karena secara umum hal-hal inilah yang bisa membangkitkan syahwat seseorang.

11. Segeralah menikah untuk menyelamatkan diri dan agama Anda, dan berusahalah untuk mengatasi segala rintangan yang menghalangi Anda untuk menuju gerbang pernikahan, karena sesungguhnya pernikahan itu indah.

12. Coba tanya diri Anda; apa untungnya Anda membuka situs-situs porno? Hanya akan membangkitkan dan mengobarkan api syahwat, setelah itu apa? Entah Anda bersabar dengan dorongan syahwat tersebut (yang justru bisa membuat Anda tersiksa dan stres), atau Anda akan melampiaskannya pada apa yang diharamkan Allah? Na’udzubillah! Inikah jalan orang-orang yang berakal?

13. Jika keinginan untuk membuka situs porno semakin menguat maka segeralah tutup komputer Anda.

14. Bayangkan, seandainya sebelum Anda menutup situs porno yang telah Anda buka, tiba-tiba kematian menjemput Anda, apakah Anda tidak merasa malu setelah orang-orang mengetahuinya? Dan sungguh banyak orang yang mati dalam keadaan seperti ini—atau yang sejenisnya, ada yang mati ketika berada di atas tubuh seorang pelacur. Wal’iyadzu billah.

15. Jika memang Anda sulit untuk mengendalikan diri jika telah membuka internet maka cobalah Anda untuk tidak menggunakan fasilitas internet beberapa hari untuk mengobati dan menguatkan keimanan Anda dalam hati dan sibukkanlah diri Anda dengan membaca, mendengar dan menghadiri majelis-majelis ilmu, karena tidaklah seseorang berani membuka situs-situs haram tersebut melainkan karena kadar keimanan yang melemah.

16. Camkan! Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi seorang hamba melainkan istiqamah dan teguh di atas jalan agama Allah, perbanyaklah istighfar dan doa kepada-Nya, ketuklah pintu-Nya, karena sesungguhnya doa merupakan senjata utama seorang mukmin yang memberi pengaruh yang sangat kuat, dan ingatlah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ketika beliau didatangi seorang pemuda seraya berkata,

“Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Apakah engkau ridha jika seseorang berzina dengan ibumu?” Selanjutnya beliau meletakkan tangannya di dada lelaki tersebut seraya berdoa, “Ya Allah, bersihkanlah hatinya, jagalah kehormatannya.” Abu Umamah t berkata, “Setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendoakan pemuda itu maka sama sekali ia tidak pernah lagi untuk berpaling pada keinginannya tersebut.”

17. Ketahuilah, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Semoga Allah Subhana wa Ta’ala senantiasa memberikan rasa takut pada kita semua yang dengannya dapat menghalangi kita dari segala bentuk kemaksiatan, dan membersihkan hati-hati kita. Amin. Wallahu A’lam bis-Showab.

/ Sumber : Tabloid Al IstiqomahJam’iyah al Kitab wa as-Sunnah Khartoum-Sudan dengan beberapa perubahan dari penerjemah dan redaksi.

? Diterjemahkan oleh Ust. Harman Tajang, Lc.

stiba.ac.id/2009/05/01/program-anti-virus-2/

Baca Juga  Tragedi Paris, Siapa Dirugikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini