Shalat yang Tertolak

0
35

Shalat yang Tertolak

Buletin-al-Fikrah

Ada sebuah sekolah yang menerima siswa baru dengan syarat; dia seorang muslim dan berkebangsaan Indonesia. Ternyata seorang pendaftar tidak memenuhi salah satu syarat tersebut, ia seorang muslim tapi bukan warga Indonesia, maka pihak sekolahpun tidak menerimanya sebagai siswa baru di sekolah tersebut. Perumpamaan ini sama halnya dengan shalat atau ibadah lainnya, ketika salah satu syaratnya tidak terpenuhi, maka sholat atau ibadahnya tersebut tertolak. Bahkan jika shalatnya sudah sesuai dengan petunjuk shalat Rasulullah, namun tidak diiringi keikhlasan maka ibadah tersebut tertolak.

Sebab syarat diterimanya amal ada dua. Yaitu:

  1. Ikhlas

Ikhlas hanya mengharapkan keridho’an Allah, tidak riya,atau sum’ah.

  1. Ittiba’

Yaitu mengikuti  tata cara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam beribadah. Jikalau tidak demikian maka Rasulullah bersabda “barangsiapa yang membuat suatu perkara baru dalam agama ini maka  itu tertolak.”  (HR. Bukhari Muslim).

Ketika salah satu dari syarat tersebut tidak terpenuhi maka yakinlah bahwa amal tersebut tidak akan diterima oleh Allah karena tidak mengikuti tata cara Rasulullah r.

Firman Allah yang artinya “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik.bagimu”(QS. Al-Ahzab : 21).

Ayat ini menunjukkan wajibnya ittiba’ terhadap Rasulullah. Mengikuti apa yang beliau perintahkan dan menjauhi apa yang dilarangnya.Juga sesuai firman Allah yang artinya:

Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” . (QS. Al-Hasyr: 7).

Disebutkan dalam hadis shahih muttafaq’alaih, bahwa Rasulullah didatangi oleh seorang sahabat yang telah mengerjakan shalat sunnah. Lalu beliau berkata “Kembali dan shalatlah karena sesungguhnya engkau belum mengerjakan shalat”. Hal ini terulang sampai tiga kali. Dari hadits ini kita mengambil kesimpulan bahwa banyaknya amalan shalat belum tentu diterima. Yang menjadi pertanyaan, kenapa Rasulullah memerintahkan sahabat yang mulia tersebut untuk mengulangi shalatnya? Jawabannya ; karena shalat sahabat tersebut tidak memenuhi satu rukun yang dicontohkan oleh nabi yaitu thuma’ninah.

Islam telah  mengagungkan kedudukan shalat, menempatkannya dalam posisi yang mulia dan meninggikan derajatnya,ia adalah rukun Islam yang paling agung setelah dua kalimat syahadat. Dari Ibnu Umar t bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Islam itu didirikan diatas lima pondasi, bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah I dan bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam  adalah utusan Allah I, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan melaksanakan puasa ramadhan.”  (HR. Bukhari dan Muslim).

Yang Beruntung Dalam Shalatnya

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2).

Orang yang beruntung dan diterima shalatnya atau ibadahnya adalah orang yang memenuhi dua syarat yang telah kami sebutkan di atas, kapan hilang salah satu diantara keduanya, maka yakin dan percayalah bahwa sholat anda tidak akan diterima.

Kadang kita tidak memperhatikan dan cuek terhadap perintah untuk menuntut ilmu syar’i,  utamanya mempelajari tata cara shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam   Padahal hal ini sangatlah penting untuk kita kaji. Tidak pantas bagi seorang mukmin beralih untuk mengkaji hal lain, padahal tata cara shalat Rasulullah belum ia ketahui sama sekali. Shalat ini sangat penting untuk kita kaji, karena shalat adalah ibadah pertama yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan AllahI pada hari kiamat. Dari Abdullah bin Qarth t bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Amal ibadah pertama yang akan dihisab oleh Allah pada hari kiamat adalah shalat, jika shalatnya baik maka baiklah seluruh amalannya yang lain dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalannya yang lain.” (HR. Al-Thabrani).

Juga karena shalat merupakan pemisah antara kafir dan muslim. Dari Jabir bin Abdullah t bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda, “Di antara pembeda seseorang dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).

Shalat adalah salah satu amalan yang paling afdhol. “Abdullah ibnu Mas’ud t berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, amal perbuatan apa yang paling afdhol?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Lalu apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apa lagi, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari)
Jelaslah keutamaan shalat bagi kita semua di mata Allah I. Maka dari itu, mari berlomba-lomba dalam menggapai keutamaan tersebut, agar tidak menjadi orang yang terbelakang dalam mendapatkan kebaikan..  Dan  cukuplah Umar t sebagai teladan kita, yang selalu ingin mendahului Abu Bakar t dalam mengerjakan kebaikan.

Orang Yang Rugi Dalam Shalatnya

Perlu diketahui, bahwasanya banyak orang yang mengerjakan shalat tapi tidak diterima shalatnya oleh Allah I. Maka dari itu para pembaca sekalian, marilah mengkaji Islam ini lebih dalam lagi, sehingga kita bisa mengetahui apakah shalat yang telah kita kerjakan selama ini sudah pas dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  atau belumKarena khawatirnya ibadah-ibadah sholat yang kita kerjakan selama ini tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan kita takut termasuk orang-orang yang dikategorikan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  : “Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Bukhari Muslim).

Shalat yang tertolak

Ada banyak hal yang menyebabkan shalat tidak diterima, diantaranya ;

1.   Tidak Membaca Surat Al-fatihah (atau meninggalkan rukun-rukun yang lainnya)

“Tidak ada sholat bagi yang tidak membaca surah al-fatihah.” (HR. Bukahri Muslim).

Sholat yang seperti ini tidak diterima oleh Allah I, karena tidak memenuhi kriteria shalat yang diinginkan atau dicontohkan oleh Rasulullah.

Sebagian masyarakat hari ini sangat memprihatinkan, diantara mereka ada yang sholat tapi tidak sesuai dengan contoh Rasulullah, dan adapula yang tidak sholat sama sekali, mereka tidak peduli dengan kehidupan akhirat dan lebih mementingkan dunia. Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat ini adalah hal pertama yang akan dihisab pada hari kemudian? jika shalat ini baik, maka baiklah seluruh amalan, dan jika sebaliknya maka buruklah semua amalnya.

Shalat ini sangat ringan dan tidak membutuhkan waktu lama untuk melaksanakannya. Tapi masih banyak orang yang malas dan tidak mau untuk mengerjakannya. Para geng motor kadang bisa mendaki gunung yang begitu sukarnya, tapi ia tidak bisa melaksanakan shalat walau hanya dua rakaat. Wal’iyaadzubillah

Kadang kita bertanya, kenapa mereka tidak bisa mengerjakan shalat padahal ini sangat mudah dan tidak butuh waktu yang lama? Mungkin karena  shalat ini adalah sesuatu yang agung di mata Allah I. Sehingga setan juga berusaha semaksimal mungkin, sekuat tenaga untuk memalingkan manusia dari amalan yang sangat dicintai dan diridhoi oleh Allah I. Maka celakalah orang-orang yang kalah dan mengikuti keinginan setan. Dan beruntunglah bagi mereka yang beriman dan mengikuti Allah dan Rasulu-Nya.

2.   Tidak Tuma’ninah (Tenang Dalam Shalatnya)

Abu Hurairah t berkata: ketika nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam  masuk masjid, ada seseorang masuk masjid lalu shalat, setelah selesai ia datang kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam  memberi salam, setelah menjawab salamnya, beliau bersabda : “kembalilah shalat sebab anda belum shalat.” maka kembalilah orang itu shalat, kemudi­an datang memberi salam kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam  lalu diperintahkan lagi : “kembalilah shalat sebab anda belum shalat.” Hingga berulang tiga kali, lalu ia berkata: demi Allah yang mengutusmu dengan hak, aku tidak dapat berbuat lebih baik dari itu, maka ajarkanlah kepadaku. maka nabi r bersabda : “jika anda berdiri maka takbirlah, lalu bacalah ,apa yang anda ketahui dari alqur’an, kemudian ruku’ dan tenang (thuma mnah) dalam ruku’, lalu i’tidal berdiri dan tenang dalam i’tidal kemudian sujud dan tenang dalam sujud, kemudian duduk sehingga tenang dalam duduk, kemudian sujud dan tenang dalam sujud, dan lakukan semua itu dalam semua rakaat shalatmu.” (HR. Bukhari Muslim).

Bahaya Meninggalkan Sholat

“Perjanjian kita dan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir ” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah,At-Tirmidz dan An-Nasa’i).

Syaikh Al’Utsaimin mengatakan bahwa kekafiran yang dimaksudkan dalam hadits tersebut adalah kekafiran yang menyebabkan keluar dari agama islam, karena Rasulullah rmenjadikan shalat sebagai batas pemisah antara orang-orang mu’min dan orang-orang kafir, dan kita telah ketahui bahwa aturan agama kafir tidaklah sama dengan aturan islam, karena itu barangsiapa yang tidak melaksanakan perjanjian itu maka ia termasuk golongan orang kafir. ( Hukum Tariki Sh-sholah)

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa meninggalkan sholat adalah kafir, dan tempat yang cocok bagi orang-orang kafir adalah neraka Jahannam.

Masih banyak hal lain yang menyebutkan bahaya meninggalkan shalat, tapi cuma itu yang bisa kami sebutkan. Wallahu a’lam bishhowab

Abu Uwais

stiba.ac.id/2014/04/29/shalat-yang-tertolak/

Baca Juga  Program Anti “Virus”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini